SMP Regina Pacis Surakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Homestay XXII, sebuah program pembelajaran kontekstual yang telah menjadi kegiatan rutin bagi peserta didik kelas IX dan pada tahun ini memasuki pelaksanaan ke-22. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pendidikan karakter yang mengajak peserta didik belajar langsung dari kehidupan masyarakat melalui pengalaman tinggal bersama keluarga orang tua asuh di lingkungan pedesaan.
Homestay XXII dilaksanakan pada 4–6 Februari 2026 dan bertempat di Wilayah Mandungan, Paroki Santa Theresia Salam. Dalam kegiatan ini, para peserta didik diajak untuk menepi sejenak dari hiruk pikuk kehidupan kota Surakarta dan memasuki ruang kehidupan yang lebih sederhana, hangat, dan penuh kebersamaan. Melalui pengalaman hidup bersama masyarakat desa, peserta didik diharapkan mampu mengalami, melihat, merasakan, dan berbaur secara langsung dengan kehidupan yang memiliki cara pandang, budaya, serta kebiasaan yang berbeda dari keseharian mereka.
Mengusung tema “Jejak Langkah Perjumpaan Penuh Syukur”, kegiatan homestay ini menekankan makna perjumpaan sebagai ruang belajar yang membentuk kepekaan hati dan rasa syukur. Dalam setiap aktivitas harian bersama keluarga asuh mulai dari kegiatan rumah tangga, interaksi sosial, hingga kebersamaan dalam hidup sederhana peserta didik diajak untuk belajar menghargai nilai kesederhanaan, kerja sama, dan kebersamaan yang tumbuh secara alami dalam kehidupan masyarakat desa.
Melalui pengalaman tersebut, peserta didik diharapkan mampu menumbuhkan empati dan simpati terhadap sesama. Mereka belajar memahami perbedaan kondisi kehidupan antara kehidupan mereka di kota dengan kehidupan keluarga orang tua asuh di desa. Proses ini menjadi sarana refleksi bagi peserta didik untuk menyadari bahwa setiap perjumpaan adalah anugerah yang patut disyukuri.
Kegiatan Homestay XXII juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan sikap kemandirian, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan yang baru. Nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan homestay diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat, tetapi dapat diresapkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari setelah peserta didik kembali ke kota.
Sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Ursulin, kegiatan homestay ini mendukung proses pengembangan pribadi peserta didik secara utuh, baik secara intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual. Melalui semangat Serviam, peserta didik diajak untuk belajar melayani, rendah hati, serta menjadi pribadi yang peka, bersyukur, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, Homestay XXII diharapkan menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan peserta didik menuju pribadi yang berkarakter dan siap berperan dalam kehidupan bermasyarakat.




